Langsung ke konten utama

WONOGIRI: PECEL GENDAR

Lihat gambar di samping pasti agak gimanaaaa gitu...yang berdiri di tengah itu tu...
<-- Boneka apa ini? Kerbau, nggak. Kuda, nggak. Sapi, sedikit. kambing/domba, agaklah ya...
<-- Pengennya sih jadi tokoh shauun the sheep
Tapi kenapa jatuhnya jadi kayak sapi lugu mau umrah? Balsteran sapi dan domba? #@?!%$?
Tapi aku suka kok, lucu gitu... imut-imut, unyu-unyu...ih, gemes...
Hehe, aku ketemu boneka itu pas lagi main ke waduk gajah mungkur Wonogiri. Karena aku tertarik, minta foto saja ama kambing blasteran itu :)
-Btw, jangan bayangin Wonogiri itu daerah yang kering dan susah air ya, memang sih banyak pegunungan, batu-batu, pas musim kemarau pula, tapi jatuhnya daerah itu malah kayak korea lagi musim panas lhoh (liat korsel dari tipi, lum pernah ke sana langsung ^_*), eksotis.


Ke tempat wisata pas akhir pekan itu, ramenyaaaa... sampai-sampai petugas parkir nggak sadar kalau yang mboncengin aku tu seorang cewek (secara temenku ini naik honda vixion). Setelah lepas helm, baru tu petugas parkirnya kaget. hahaha, teman saya itu cewek pak, bukan cowok!

Setelah muter-muter waduk naik kapal, lanjutkan menikmati pecel gendar dan duduk di pinggir waduk. Pecel gendar ini makanan khas Jawa, isinya sayur-sayuran tambah mie kuning (kalau suka) disiram sambal kacang tambah gendar plus bakwan, piringnya pun dari daun pisang. Apalagi kalau makan pecel gendar sambil ditemani es teh manis, dimakan siang hari pas panas-panasnya, mantap wes lah...mak nyuss...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STASIUN AWARD?

Ngomong-ngomong soal stasiun di Indonesia. Wara wiri naik alat transportasi kereta api membuat saya sedikit lebih jatuh hati pada kereta api dan uborampa inya. Tak salah jika terdapat beberapa stasiun yang cukup berkesan (bagi saya). Stasiun Award versi Nur kali yak...?#$%@!&? www.google.com Stasiun Gubeng di Surabaya, adalah stasiun yang sangat modern dan bersih, persis seperti bandara. Kesan tua dan jadulnya stasiun terpatahkan di sini. Stasiun Balapan Solo. Ini nih, stasiun yang penuh dengan kenangan, stasiun yang selalu bikin dag dig dug dueerrr. Bahagia saat kereta dari Jakarta tiba di Solo. Menginjakkan kembali kaki di kampung halaman itu sungguh kebahagiaan luar biasa. Stasiun Balapan Solo semakin ngangeni dengan kehadiran musisi-musisi keroncong lokal yang setia melantunkan lagu-lagu kenangan mengantarkan para perantau tak terkecuali lagunya Didi Kempot-Stasiun Balapan Solo. Stasiun Tugu Yogyakarta, lumayan modern dan bersih juga. Keluar dari stasiun hanya tingga...

KULINER NGANJUK

Nasi Pecel dan Iwak Peyek Beberapa hari di Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Hari I  : Tidak sarapan di Nganjuk Hari II : Sarapan Apa kita? Nasi Pecel Hari III: Sarapan apa kita? Nasi Pecel Hari IV: Sarapan apa kita? Nasi Pecel Subhanallah, menu di Kertosono Nganjuk ini, nasi pecel teruusss. Rekomendasi banyak orang dan memang adanya  ya nasi pecel iwak peyek *kriukkk, krik...krik.... (*Sukses tu Trio Macan nyanyiin Iwak Peyek bentuk promosi kuliner khas Jawa Timur). Nasi Becek Khas Nganjuk Bersyukur ada kesempatan ke pusatnya Nganjuk dan bisa menikmati kuliner khas lainnya selain nasi pecel iwak peyek tentunya, namanya sedikit aneh, Nasi becek. (Becek... nggak ada ojek... *ngucapinnya pake logat Cinta Laura). Nasi becek - nasi, daging kambing dengan kuah santan persis seperti gulai, bedanya hanya ditambah dengan kecap, tauge dan irisan kol. Becek - becek gitu deh...

KULINER KHAS KAMPUNG KELING MEDAN

Laughter is brightest, where food is best -Irish Proverb- Jika berkunjung ke Medan Sumatera Utara, jangan lupa mampir ke kawasan Kuliner Pagaruy. Ada apa di sana? Kawasan Kuliner Pagaruy masih dalam wilayah kampung Keling, Perkampungan orang-orang India, sehingga kita bisa menemukan aneka makanan khas ber- curry . Warung-warung yang menjajakan aneka kuliner khas Timur berjajar panjang seolah menjadi pasar persaingan sempurna. Kami memesan Nasi Kebuli, Roti Jala, dan Roti Kerucut. Nasi Kebuli Nasi yang diolah dengan rempah-rempah, aroma wangi rempahnya begitu kuat. Aku tak begitu kuasa menelannya apalagi ditambah lauk kare daging yang berkuah kental dan berempah. Roti Jala Roti yang dimasak dengan cetakan jaring-jaring ini lebih bersahabat di lidahku. Diolah dengan tepung tawar dan berlauk kuah kare daging kambing, aku cukup menikmatinya.