Langsung ke konten utama

BUMI RAFLESIA BENGKULU

Kesan pertama tentang Propinsi ini adalah S.E.P.I
Yach, propinsi dengan sejuta kisah sejarahnya. Bermula dari benteng Fort Malborugh yang tua namun tetap terawat dan rapi di jantung Ibukota. Meski ini adalah sebuah benteng, tempat ini cocok untuk bersantai, sekedar duduk-duduk di atap benteng sambil menikmati senja. Dari atas benteng tampak anggunnya pantai panjang, pantai kebanggan rakyat Bengkulu. Belum lama pantai panjang dibuka sebagai tempat wisata, sebelumnya pantai ini ditutupi oleh semak-semak sampai akhirnya dirapikan, kursi-kursi santai disiapkan di pinggir pantai, pasirnya yang putih memperkuat aura ketenangan di sini.
Daerah ini juga banyak menggambarkan bukti sejarah perjuangan presiden pertama RI, dari rumah pengasingan Bung Karno, rumah Ibu negara Fatmawati hingga bandaranya yang juga bernama bandara Fatmawati-Sukarno.
Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu
Menuju daerah Bengkulu Tengah, kami dimanjakan dengan suasana teduh, hutan lindung habitat si bunga raflesia ikon Bengkulu dengan pohon-pohon besarnya berdiri tegak di kanan kiri, walau jalanan berkelak-kelok mengaduk-aduk seluruh isi perut, bagiku ini keren, hebatttt...
Oya, bangunan-bangunan pemerintah di daerah Bengkulu ini banyak menggambarkan corak jejak Jendral Raflesia Arnoldi.
Luv Bengkulu yang sangat bersejarah...

Komentar

Posting Komentar

Silahkan komentarnya untuk perbaikan kami, terimakasih.

Postingan populer dari blog ini

STASIUN AWARD?

Ngomong-ngomong soal stasiun di Indonesia. Wara wiri naik alat transportasi kereta api membuat saya sedikit lebih jatuh hati pada kereta api dan uborampa inya. Tak salah jika terdapat beberapa stasiun yang cukup berkesan (bagi saya). Stasiun Award versi Nur kali yak...?#$%@!&? www.google.com Stasiun Gubeng di Surabaya, adalah stasiun yang sangat modern dan bersih, persis seperti bandara. Kesan tua dan jadulnya stasiun terpatahkan di sini. Stasiun Balapan Solo. Ini nih, stasiun yang penuh dengan kenangan, stasiun yang selalu bikin dag dig dug dueerrr. Bahagia saat kereta dari Jakarta tiba di Solo. Menginjakkan kembali kaki di kampung halaman itu sungguh kebahagiaan luar biasa. Stasiun Balapan Solo semakin ngangeni dengan kehadiran musisi-musisi keroncong lokal yang setia melantunkan lagu-lagu kenangan mengantarkan para perantau tak terkecuali lagunya Didi Kempot-Stasiun Balapan Solo. Stasiun Tugu Yogyakarta, lumayan modern dan bersih juga. Keluar dari stasiun hanya tingga...

KULINER KHAS KAMPUNG KELING MEDAN

Laughter is brightest, where food is best -Irish Proverb- Jika berkunjung ke Medan Sumatera Utara, jangan lupa mampir ke kawasan Kuliner Pagaruy. Ada apa di sana? Kawasan Kuliner Pagaruy masih dalam wilayah kampung Keling, Perkampungan orang-orang India, sehingga kita bisa menemukan aneka makanan khas ber- curry . Warung-warung yang menjajakan aneka kuliner khas Timur berjajar panjang seolah menjadi pasar persaingan sempurna. Kami memesan Nasi Kebuli, Roti Jala, dan Roti Kerucut. Nasi Kebuli Nasi yang diolah dengan rempah-rempah, aroma wangi rempahnya begitu kuat. Aku tak begitu kuasa menelannya apalagi ditambah lauk kare daging yang berkuah kental dan berempah. Roti Jala Roti yang dimasak dengan cetakan jaring-jaring ini lebih bersahabat di lidahku. Diolah dengan tepung tawar dan berlauk kuah kare daging kambing, aku cukup menikmatinya.

TAMAN SAFARI MALAM: CIRQUE DU FREAK

Bukan... ini bukan film vampirenya Darren Shan yang menyadari kekuatannya di dunia sirkus. Cirque du Freak kali ini tentang perform teman-teman sirkus asli Bogor yang tampil di panggung wisata malam Taman Safari. Saat melihat penampilan mereka, pikirku seketika melayang terbang menuju camp para pemain sirkus di film cirque du freak vampire's assistant, tali temali, api, balok keseimbangan, dan perlengkapan sirkus lainnya seolah memenuhi pikiranku. Disiplin dan kerja keras dalam latihan menjadi kunci utama keberhasilan mereka. Bukan sulap, bukan sihir, tapi sebuah karya cantik dari keseimbangan otak. Berdiri di atas balok yang terus bergerak maju mundur, menari dengan api, melipat-lipat badan, sungguh bukanlah pekerjaan gampang, satu dua kali gagal tak menjadi masalah. "Tahu... Tahu... Tahu Sumedangnya, teh?" Tawar beberapa penjaja jajanan di sepanjang jalan raya menuju puncak. Akhirnya, sampai puncak juga. Taman Safari... aku datanggg! Taman Safari seolah masih nyam...