Saatnya kembali ke hiruk pikuk kota Metropolitan setelah beberapa hari menikmati kampung halaman. Berangkat hari Minggu dari Yogyakarta pukul 19.45 WIB, hmm... cukup larut untuk sebuah perjalanan ratusan mil. Oke, diputuskan berangkat dari Sukoharjo lebih awal supaya tidak terburu-buru sekaligus bisa sejenak menikmati kota Yogyakarta yang calm. Pilihan pun jatuh pada Kraton Yogyakarta (iyalah, sekalian nunggu 19.45). Masuk ke wilayah kraton Yoyakarta terbilang murah, kita hanya dikenai retribusi Rp.5000,-/orang. Tak ada salahnya menikmati bangunan-bangunan sepuh kraton, ada banyak kisah disana... dan mari berwisata sejarah!
Ngomong-ngomong soal stasiun di Indonesia. Wara wiri naik alat transportasi kereta api membuat saya sedikit lebih jatuh hati pada kereta api dan uborampa inya. Tak salah jika terdapat beberapa stasiun yang cukup berkesan (bagi saya). Stasiun Award versi Nur kali yak...?#$%@!&? www.google.com Stasiun Gubeng di Surabaya, adalah stasiun yang sangat modern dan bersih, persis seperti bandara. Kesan tua dan jadulnya stasiun terpatahkan di sini. Stasiun Balapan Solo. Ini nih, stasiun yang penuh dengan kenangan, stasiun yang selalu bikin dag dig dug dueerrr. Bahagia saat kereta dari Jakarta tiba di Solo. Menginjakkan kembali kaki di kampung halaman itu sungguh kebahagiaan luar biasa. Stasiun Balapan Solo semakin ngangeni dengan kehadiran musisi-musisi keroncong lokal yang setia melantunkan lagu-lagu kenangan mengantarkan para perantau tak terkecuali lagunya Didi Kempot-Stasiun Balapan Solo. Stasiun Tugu Yogyakarta, lumayan modern dan bersih juga. Keluar dari stasiun hanya tingga...


kakaaa... main-main ke blog ku yaaa... follback aku jugaa.. hehe tengkyuuuuh
BalasHapusOke say...
BalasHapus