Langsung ke konten utama

KILAU PERMATA MARTAPURA

Silaunya matahari di Martapura rupanya tak mau kalah saing dengan kilau permata-permata yang telah berjajar rapi di etalase toko. Matahari siang ini terasa sangat menyilaukan mata terutama saat berdiri di alun-alun Ratu Zaleha yang berlokasi tepat di depan pusat pertokoan permata Martapura. Alun-alun Ratu Zalekha adalah alun-alun yang sangat kental suasana Melayunya dengan tiang-tiang berukir kaligrafi dan identik dengan warna kuning keemasan berdiri megah di tiap pinggir alun-alun.



Martapura, salah satu kabupaten di Propinsi Kalimantan Selatan yang begitu terkenalnya dengan kilauan indah batu-batu permatanya. Dan salah satu destinasi utama pusat perdagangan batu-batuan permata tersebut adalah di pertokoan permata Martapura. Butuh waktu tempuh 1 jam dari ibukota di Banjarmasin untuk menuju Martapura.



Namanya perempuan, jika sudah memulai sesuatu yang disebut 'belanja', maka dunia seolah milik sendiri, hahaha... bahkan terik siang itu pun sampai tak terasa panas. Kaki dengan lincahnya melangkah dari toko ke toko, memilih-milih accesoris yang mayoritas terbuat dari batu-batuan, seperti gelang, kalung, cincin, hiasan meja dan dinding dengan harga yang bervariasi pula tentunya. Meskipun di pusat pertokoan permata Martapura identik dengan batu-batuan untuk perhiasan, di sini kita juga bisa menemukan barang-barang khas Kalimantan Selatan seperti kain sasirangan, dompet yang dirangkai dengan manik-manik, atau camilan khasnya amplang dan kuku macan.



Puas cuci mata di Martapura, saatnya mengisi perut dengan makanan khas Banjarmasin, Soto Banjar, (kuah kental, lontong atau ketupat, telur rebus, suiran ayam, sedikit irisan wortel dan tomat, daun seledri, plus taburan bawang goreng) yummyyy...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

STASIUN AWARD?

Ngomong-ngomong soal stasiun di Indonesia. Wara wiri naik alat transportasi kereta api membuat saya sedikit lebih jatuh hati pada kereta api dan uborampa inya. Tak salah jika terdapat beberapa stasiun yang cukup berkesan (bagi saya). Stasiun Award versi Nur kali yak...?#$%@!&? www.google.com Stasiun Gubeng di Surabaya, adalah stasiun yang sangat modern dan bersih, persis seperti bandara. Kesan tua dan jadulnya stasiun terpatahkan di sini. Stasiun Balapan Solo. Ini nih, stasiun yang penuh dengan kenangan, stasiun yang selalu bikin dag dig dug dueerrr. Bahagia saat kereta dari Jakarta tiba di Solo. Menginjakkan kembali kaki di kampung halaman itu sungguh kebahagiaan luar biasa. Stasiun Balapan Solo semakin ngangeni dengan kehadiran musisi-musisi keroncong lokal yang setia melantunkan lagu-lagu kenangan mengantarkan para perantau tak terkecuali lagunya Didi Kempot-Stasiun Balapan Solo. Stasiun Tugu Yogyakarta, lumayan modern dan bersih juga. Keluar dari stasiun hanya tingga...

KULINER KHAS KAMPUNG KELING MEDAN

Laughter is brightest, where food is best -Irish Proverb- Jika berkunjung ke Medan Sumatera Utara, jangan lupa mampir ke kawasan Kuliner Pagaruy. Ada apa di sana? Kawasan Kuliner Pagaruy masih dalam wilayah kampung Keling, Perkampungan orang-orang India, sehingga kita bisa menemukan aneka makanan khas ber- curry . Warung-warung yang menjajakan aneka kuliner khas Timur berjajar panjang seolah menjadi pasar persaingan sempurna. Kami memesan Nasi Kebuli, Roti Jala, dan Roti Kerucut. Nasi Kebuli Nasi yang diolah dengan rempah-rempah, aroma wangi rempahnya begitu kuat. Aku tak begitu kuasa menelannya apalagi ditambah lauk kare daging yang berkuah kental dan berempah. Roti Jala Roti yang dimasak dengan cetakan jaring-jaring ini lebih bersahabat di lidahku. Diolah dengan tepung tawar dan berlauk kuah kare daging kambing, aku cukup menikmatinya.

TAMAN SAFARI MALAM: CIRQUE DU FREAK

Bukan... ini bukan film vampirenya Darren Shan yang menyadari kekuatannya di dunia sirkus. Cirque du Freak kali ini tentang perform teman-teman sirkus asli Bogor yang tampil di panggung wisata malam Taman Safari. Saat melihat penampilan mereka, pikirku seketika melayang terbang menuju camp para pemain sirkus di film cirque du freak vampire's assistant, tali temali, api, balok keseimbangan, dan perlengkapan sirkus lainnya seolah memenuhi pikiranku. Disiplin dan kerja keras dalam latihan menjadi kunci utama keberhasilan mereka. Bukan sulap, bukan sihir, tapi sebuah karya cantik dari keseimbangan otak. Berdiri di atas balok yang terus bergerak maju mundur, menari dengan api, melipat-lipat badan, sungguh bukanlah pekerjaan gampang, satu dua kali gagal tak menjadi masalah. "Tahu... Tahu... Tahu Sumedangnya, teh?" Tawar beberapa penjaja jajanan di sepanjang jalan raya menuju puncak. Akhirnya, sampai puncak juga. Taman Safari... aku datanggg! Taman Safari seolah masih nyam...