Langsung ke konten utama

CIMORY: MENANTI SENJA DI RESTO SUSU

Sudah weekend lagi rupanya... Alhamdulillah ya... sesuatuh *Syahrini mode on
Secara, Jakarta itu sudah terlalu crowded, maka tak ada salahnya sedikit menepi dari hiruk pikuk ibu kota buat liburan kali ini. Menepi ke kota hujan biar bisa ngirup udara segar pegunungan, ahhh... *Ups rupanya terjadi sebuah gagal paham, citizens banyak yang muncak juga di akhir pekan, so macetlah sepanjang perjalanan muncak itu plus was-was sama jam buka tutup jalan.
Tips: Tetap tenang dan jangan panik, kalau sampai ketutup bisa nunggu berjam-jam di jalanan kita, hahaha

Dimanakah ini?
Beneran, kalau jalan itu memang sebaiknya rame-rame. Dijamin selalu ada hiburan di tengah kegaringan perjalanan *ulah usil temen-temen sampai bikin perut keroncongan.
Tips: Jika perut sudah keroncongan segera menepi dan hunting kuliner, bagian paling asyik deh! Abaikan soal buka tutup jalan!
Dannnn... pilihan jatuh di kedai susu terkenal di Bogor, Cimory *ups, I mean restoran susu. 
Cimory lengkap dengan produk olahan sapinya, es krim, yoghurt, susu, dan camilan yang juga cocok untuk oleh-oleh. Selain itu ada wahana rekreasi mini untuk anak-anak, so kalau anak-anak susah makan, bisa disuapi tu sambil ayunan atau jungkat-jungkit. Restoran memiliki dua lantai dengan view langsung menghadap ke arah pegunungan *lupakan semua penat, dan cukup menikmati kesejukannya. Ehmmm, saya sore itu order asam-asam daging dan nasi, sebuah kesegaran di tengah dinginnya kota Bogor. Servis yang diberikan cukup sigap, hanya 3 menit untuk makanan bakar-bakaran yang biasa memakan waktu hingga berpuluh-puluh menit. Rupanya, ada charge sendiri untuk servis ini *pantes cepet ya. Sebuah ide bisnis cemerlang dengan servis express tanpa charge dan harga terjangkau plus view-nya itu lhoh...


Tempatnya yang cozy banget bikin kita semakin betah menikmati senja yang terlambat hadir sore itu. Ditemani segelas susu segar rasa strawberry tentunya, slruuppppp...


Note: Alhamdulillah banggeettt bebas dari buka tutup jalan :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STASIUN AWARD?

Ngomong-ngomong soal stasiun di Indonesia. Wara wiri naik alat transportasi kereta api membuat saya sedikit lebih jatuh hati pada kereta api dan uborampa inya. Tak salah jika terdapat beberapa stasiun yang cukup berkesan (bagi saya). Stasiun Award versi Nur kali yak...?#$%@!&? www.google.com Stasiun Gubeng di Surabaya, adalah stasiun yang sangat modern dan bersih, persis seperti bandara. Kesan tua dan jadulnya stasiun terpatahkan di sini. Stasiun Balapan Solo. Ini nih, stasiun yang penuh dengan kenangan, stasiun yang selalu bikin dag dig dug dueerrr. Bahagia saat kereta dari Jakarta tiba di Solo. Menginjakkan kembali kaki di kampung halaman itu sungguh kebahagiaan luar biasa. Stasiun Balapan Solo semakin ngangeni dengan kehadiran musisi-musisi keroncong lokal yang setia melantunkan lagu-lagu kenangan mengantarkan para perantau tak terkecuali lagunya Didi Kempot-Stasiun Balapan Solo. Stasiun Tugu Yogyakarta, lumayan modern dan bersih juga. Keluar dari stasiun hanya tingga...

KULINER NGANJUK

Nasi Pecel dan Iwak Peyek Beberapa hari di Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Hari I  : Tidak sarapan di Nganjuk Hari II : Sarapan Apa kita? Nasi Pecel Hari III: Sarapan apa kita? Nasi Pecel Hari IV: Sarapan apa kita? Nasi Pecel Subhanallah, menu di Kertosono Nganjuk ini, nasi pecel teruusss. Rekomendasi banyak orang dan memang adanya  ya nasi pecel iwak peyek *kriukkk, krik...krik.... (*Sukses tu Trio Macan nyanyiin Iwak Peyek bentuk promosi kuliner khas Jawa Timur). Nasi Becek Khas Nganjuk Bersyukur ada kesempatan ke pusatnya Nganjuk dan bisa menikmati kuliner khas lainnya selain nasi pecel iwak peyek tentunya, namanya sedikit aneh, Nasi becek. (Becek... nggak ada ojek... *ngucapinnya pake logat Cinta Laura). Nasi becek - nasi, daging kambing dengan kuah santan persis seperti gulai, bedanya hanya ditambah dengan kecap, tauge dan irisan kol. Becek - becek gitu deh...

KULINER KHAS KAMPUNG KELING MEDAN

Laughter is brightest, where food is best -Irish Proverb- Jika berkunjung ke Medan Sumatera Utara, jangan lupa mampir ke kawasan Kuliner Pagaruy. Ada apa di sana? Kawasan Kuliner Pagaruy masih dalam wilayah kampung Keling, Perkampungan orang-orang India, sehingga kita bisa menemukan aneka makanan khas ber- curry . Warung-warung yang menjajakan aneka kuliner khas Timur berjajar panjang seolah menjadi pasar persaingan sempurna. Kami memesan Nasi Kebuli, Roti Jala, dan Roti Kerucut. Nasi Kebuli Nasi yang diolah dengan rempah-rempah, aroma wangi rempahnya begitu kuat. Aku tak begitu kuasa menelannya apalagi ditambah lauk kare daging yang berkuah kental dan berempah. Roti Jala Roti yang dimasak dengan cetakan jaring-jaring ini lebih bersahabat di lidahku. Diolah dengan tepung tawar dan berlauk kuah kare daging kambing, aku cukup menikmatinya.