Langsung ke konten utama

Postingan

WISATA KULINER PALU

1. Sop Kaledo Malam kota Palu terasa lebih hangat saat ditemani dengan semangkuk sop. Apalagi sopnya berbahan utama Kaledo. Kaledo? Ya, kaledo itu kependekan dari Kaki Lembu Donggala. Sumsumnya yang gurih menambah kenikmatan saat menyantap kaki lembu super gede ini. Disediakan sedotan (untuk sumsum), pisau dapur (jangan bayangkan pisau stainless bagus kayak di hotel-hotel) untuk menguliti daging yang menempel di tulang. Asli, maknyusss... Di Palu terdapat salah satu Rumah Makan yang cukup terkenal dengan olahan Kaledonya, RM. Kaledo Stereo. 2. Ayam Panggang Biromaru Ayamnya kecil-kecil (ayam kampung seukuran daging burung puyuh). Bumbu rempahnya cukup berani, berbeda dengan ayam panggang Jawa. Disantap bukan dengan nasi tapi dengan ketupat. Disediakan juga kuah santan kuning terpisah (biar gak garing kali ya...). Narasa... Ayam panggang Biromaru bisa didapatkan di Pasar Biromaru Palu. Tetapi kita tidak bisa menikmatinya setiap hari karena warung-warung yang menyediaka...

KRATON YOGYAKARTA

Saatnya kembali ke hiruk pikuk kota Metropolitan setelah beberapa hari menikmati kampung halaman. Berangkat hari Minggu dari Yogyakarta pukul 19.45 WIB, hmm... cukup larut untuk sebuah perjalanan ratusan mil. Oke, diputuskan berangkat dari Sukoharjo lebih awal supaya tidak terburu-buru sekaligus bisa sejenak menikmati kota Yogyakarta yang calm . Pilihan pun jatuh pada Kraton Yogyakarta (iyalah, sekalian nunggu 19.45). Masuk ke wilayah kraton Yoyakarta terbilang murah, kita hanya dikenai retribusi Rp.5000,-/orang. Tak ada salahnya menikmati bangunan-bangunan sepuh kraton, ada banyak kisah disana... dan mari berwisata sejarah!

JALUR UTARA DENGAN KERETA MENOREH

Sawah nan luasss... Sama-sama perantau? Dari Solo? Pengguna kereta saat mudik? Biasa naik kereta lewat jalur selatan? Selalu pilih kereta malam? Nah, sekali-kali kita musti nyoba tu kereta pagi yang lewat jalur utara, ada kereta Menoreh yang berakhir di Semarang. Ibu,"Kenapa nggak naik kereta malam saja?" Me,"Adanya ini bu, biar bisa Sholat Idhul Adha di rumah dan pengen sekali-kali mencoba kereta pagi." Kamis ini, saya izin karena kereta berangkat pukul 07.35 WIB. Naik ojek menuju Stasiun Senen, setengah jam, tepat waktu, jadi tak perlu lari-larian lantaran takut ketinggalan kereta. Tiket di tangan, cek identitas apakah sudah sesuai dengan tiket. Nur Rohmah, oke lolos. Kereta mulai melaju meninggalkan sibuknya Ibukota. Bercengkerama dengan penumpang lain, teman satu perjalanan, cukup menambah asyiknya perjalanan pulang kali ini. Bertemu gadis kecil periang, Sasa, yang sudah 2 bulan ikut neneknya di Jakarta dan kali ini akan diantar pulang ke rumah o...

SATE BUNTEL

Malam-malam, pulang kantor, lapar ya? Icip-icip dulu deh, Sate kambing buntel  at Sate Senayan, Jakarta Selatan. Widihhh, maknyuss...! Daging otomatis empuk, secara dah dilembutin tapi masih ada tekstur dagingnya, jadi nggak bikin nek. Dah kayak sosis sapi deh. Bumbu bukan bumbu kacang melainkan pakai bumbu kecap pedas dengan irisan bawang dan cabe rawit. Hot plate biar tetep panas dan tetep nikmat saat menyantapnya dengan nasi. Aneka macam jenis sate pun tersedia di sate Senayan ni... Silahkan dicoba... :)

MILAD IBUK

Ibunya Nur, Ana, Ama, dan Nurul Kata mereka diriku slalu dimanja Kata mereka diriku slalu ditimang Nada nada yang indah Slalu terurai darinya Tangisan nakal dari bibirku Takkan jadi deritanya Tangan halus dan suci Tlah mengangkat diri ini Jiwa raga dan seluruh hidup Rela dia berikan Oh bunda, ada dan tiada dirimu kan slalu ada di dalam hatiku -Bunda, Potret-

AMBON MANISE

Hari ini kita jalan-jalan ke Maluku, yuuukkk... 1. Alun-Alun Kota Ambon Yap, di sini nih terpampang tulisan "Ambon Manise" yang super gede *lumayan bisa mejeng sekedap . Di sini juga terdapat patung Pattimura, salah satu pahlawan nasional kita *Itu tuh yang kecil banget di belakangku.   Lokasinya yang berada di pusat kota, membuat alun-alun ini selalu rame dikunjungi warga Ambon, apalagi pas sore hari buat olahraga, basket, lari, apa ajalah suka-suka mereka. 2. Teluk Ambon *Bagus yak, belakangnya ada view pegunungan gitu pulak... Teluk Ambon ini cukup tenar karena mengelilingi kota Ambon. Sebenarnya ada banyak pemandangan kapal para nelayan, tapi yah side yang saya foto pas yang nggak ada kapalnya. Bahkan bulan ini, sedang ada festival Teluk dengan aneka lomba dan beragam pertunjukan seninya. Menikmati senja di pinggir Teluk itu sesuatuhhh *Syahrini mode on. 3. World Peace Gong di Maluku Gong Perdamaian Dunia, tergantung dengan megahnya di ...

DEPOK DAN MASJID KUBAH EMAS

Spesial edition, saat temen2 yang kuliah di Bandung nyempet2in datang ke Jakarta. Yup, hari ini kita mau jengukin salah satu kawan kuliah kebidanan di Solo dulu yang habis lahiran, baby boy... (bayangin aja, koordinasi lewat facebook! hmm...). Tempat tinggal temen yang habis lahiran sih sedikit keluar dari Jakarta. Nah, pertanyaannya sekarang, nyasar lagi nggak? hehe, Alhamdulillah nggak, cuma agak salah belokan aja (gubrak, sama aja...). Haha, padahal dah naik taxi rame2. Meeting point di Pejaten Village (sekalian beli kado maksudnya), kalo ini saya nggak kesasar secara dikasih tahu sopirnya, hehe. Kelar silaturahim di rumah adek bayi, sekalian aja pulangnya kita mampir Masjid Kubah Emas di Depok yang terkenal itu. Lumayan dekat kalau ini, cuma naik angkot bentar. Alhamdulillah, sempat sholat Maghrib di sana. Suasananya...tenang, bersih, luas, imam baca ayat dengan merdu, ada penjaga di depan pintu masuk masjid akhwat yang saya rasa masih jarang ada di Indone...