Langsung ke konten utama

Postingan

HILANG DALAM LABIRIN

Perjalanan selama 1 jam akhirnya membuahkan hasil. Medan berupa jalanan lurusss beraspal tanpa belokan sama sekali, ditemani mobil-mobil travel yang berlomba adu kecepatan dengan truk-truk pengangkut hasil alam namun tak jarang juga jalanan sangat lengang, cukup membuat jantung berdegup lebih cepat bagi pengendara sepeda motor seperti saya. Taman yang cenderung seperti area perkebunan dengan luas berhektar-hektar di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan dan dikelola oleh pemerintah setempat ini telah di depan mata. Taman dibagi beberapa area khusus antara lain area peternakan (sapi), perikanan, perkebunan sawit, danau buatan, taman bunga dan anggrek (yang tidak berbunga), dan taman labirin. Satu yang menyita perhatian saya adalah Taman Labirin. Rela berpanas ria selama satu jam ya untuk menikmati sensasi "Hilang dalam Labirin". Masuk taman (2017) hanya dikenai biaya Rp 2.000 all in, mau kemana saja di area taman. Girang bukan main melihat rangkaian jalan tanpa ujung d...

(SEPERTI) MENYEWA MUSEUM

Hidup di Kalimantan Selatan membuat saya berhasrat untuk mulai mengeksplore propinsi ini. Sebagai awalan, saya memutuskan untuk berkunjung ke Museum. Lokasi museum yang terletak di pusat kota membuatnya mudah ditemukan. Petugas menyobek tiket masuk dan memberikannya kepada Mas Adit, biaya masuk museum Lambung Mangkurat hanya Rp 2000 per orang, harga yang sangat terjangkau pastinya dibandingkan harga masuk museum-museum di Jakarta, tempat tinggal saya sebelumnya. Kami berdua bertatapan, "Serius 2K saja?"  Seorang petugas menyapa kami dan mempersilahkan untuk masuk ke dalam museum serta menjelaskan wilayah mana saja yang bisa kita nikmati. Saya berbisik pada suami, "Orang Banjar itu ramah-ramah ya mas." Anak tangga mulai kami naiki dan segera berhambur menikmati tiap diorama yang ada. Saya bingung kenapa hanya ada saya dan suami saja yang ada di dalam ruang pajangan. Tidak ada pengunjung lain selain kami berdua di lantai dua museum Lambung Mangkurat ini. ...

PULAU KEMARO PALEMBANG

Awalnya saya ragu untuk menyeberang ke Pulau Kemaro. Meskipun masih masuk wilayah Kota Palembang, tetapi untuk dapat menginjakkan kaki di Pulau Kemaro harus menyeberang dengan perahu klotok. Selain itu hal yang membuat saya sedikit ragu adalah kisah mistis yang membersamai sejarah Pulau Kemaro. Berawal dari legenda seorang putri raja bernama Siti Fatimah yang disunting oleh seorang saudagar Tionghoa bernama Tan Bun An pada zaman kerajaan Palembang. Siti Fatimah diajak ke daratan Tiongkok untuk melihat orang tua Tan Bun An. Setelah di Tiongkok beberapa waktu, Tan Bun An dan Siti Fatimah pamit pulang ke Palembang dan dihadiahi 7 buah Guci. Sesampai di perariran dekat Pulau Kemaro, Tan Bun An membuka guci hadiah yang ternyata hanya berisi sawi-sawi. Tanpa banyak berpikir Tan Bun An membuang semua guci-guci tersebut ke laut dan guci terakhir terjatuh dan pecah di atas dek kapal. Ternyata ada hadiah yang tersimpan di dalamnya. Tanpa pikir panjang, Tan Bun An segera melompat ke perair...

TRAVELING BANGKOK ALA EMAK

Day I Selepas jam kantor kami segera meluncur ke Bandara Soekarno Hatta Terminal 3. Air Asia menjadi maskapai pilihan untuk melakukan perjalanan ala emak-emak backpacker *ceritanya kan cari yang low budget . 11 srikandi nekat mbolang ke negeri tetangga yang beken dengan istilah Negara gajah putih itu. Xixixi, ternyata kami kena delay 4 jam, Saudara! Plan awal, ekspektasinya bisa sampai Bangkok belum terlalu larut secara tidak ada perbedaan jam antara Jakarta dan Bangkok dengan lama penerbangan 3 jam.  Muka-muka 8 jam di Bandara   Kenyataan membuktikan kami mendarat di Bangkok jam 2 dini hari masih lanjut antri di bagian imigrasi dengan antrian yang mengular puanjangggg dan lama. Sebenarnya tidak ditanya apa-apa ya sama bagian imigrasinya cuma kurang tahu kenapa bisa lama gitu *bagian imigrasi perlu input data kali jeung nggak langsung stempel paspor aja... T_T Day II Pukul 04.00 waktu Bangkok kami tiba di Monkey Nap Hostel, penginapan dengan kondisi per k...

ONE DAY TRIP TO SINGAPORE

Sekedar tips buat para pedolan nekat yang ngebet   nyebrang dari Batam ke Singapura edisi perdana tanpa rombongan tour *hemat biaya karena nyebrang naik kapal dari Batam hanya 270rb IDR pulang pergi. Berangkat dari Batam gunakan kapal paling pagi. Hanya butuh waktu satu jam untuk menuju Singapura dari Batam. Waktu Singapura lebih cepat satu jam dari Indonesia. Siapkan Paspor untuk pemeriksaan di Imigrasi Singapura (Paspor diusahakan masih berlaku hingga 6 bl)  Setibanya di Harbourfront Singapura segera ambil peta Singapura dan system map MRT di pusat Informasi (panduan perjalanan) *free Jangan lupa beli nomor Singapura untuk memudahkan akses selama di Singapura *komunikasi tetap terjaga meskipun di negeri orang, sebenarnya lebih cenderung buat jaga-jaga kalau kesasar ada yang bisa dihubungi Praktis melakukan perjalanan menggunakan MRT. Semacam KRL tetapi super cepat dan on time. Akses ke semua wilayah di Singapura lebih mudah, connecting dan langsung terhubung den...

(RINDU) MENIKMATI SENJA

Perjalanan berkelok-kelok menuju salah satu kabupaten terpencil di Gorontalo telah berhasil membuat asam lambungku naik. Aku terpaksa turun di tengah perjalanan untuk mengeluarkan semua makanan dalam perut *asli sayang banget, tidak ada perumahan di sekitar dan hanya ada pohon-pohon besar laksana hutan rimba *mau gimana lagi coba.Tak ada tenaga yang tersisa, pusing pasti, tapi perjalanan tetap harus dilanjutkan. Jalan Trans Sulawesi sebenarnya sudah baik, rata, dan tidak berlubang tapi kelokannya amazing bikin orang pengen muntah. Beberapa kilometer selanjutnya, akhirnya kami menemukan sebuah kedai kecil di Kabupaten Boalemo. Otomatis kami mampir sejenak untuk ngeteh supaya badan kembali fit *secara perjalanan masih panjang bo'. Pas banget di kedai kecil tersebut menjual camilan khas Gorontalo, ilabulo, dan jagung rebus yang sangat pulen, jagung pulut. Lupakan soal rasa mual yang saya alami, saatnya kita bahas dua makanan khas dan nikmat ini. Ilabulo, namanya aneh ya? Il...

KESASAR DI BALI

Banyak banget bule naik motor yang keluar masuk parkiran gedung. Lucu gitu kalau lihat bule-bule ini ngendarai motor, apalagi naiknya motor matic, badannya gede, motornya kecil banget, hehe =). Segalanya memang tersedia di Bali, bahkan sampai soal alat transportasi umum. Pengusaha rental kendaraan tak hanya menyewakan mobil tapi juga menyewakan motor. Oke, sekarang topiknya bukan tentang 'bule riding motorcycle ', tapi tentang jalan-jalan di Bali =) Aku begitu mengagumi gedung yang berdiri tepat di depan mataku. Artistik sekali gedung ini! Biasanya dinding bangunan itu bertembok batu bata dan semen, sedangkan yang berada di depanku berdinding jendela. Ya, seluruh temboknya berupa rangkaian aneka model jendela kayu berwarna-warni. Sebuah lorong kecil sedikit gelap menghubungkan dua ruang terbuka, bagian luar sebagai tempat parkir dan pintu masuk gedung serta bagian dalam yang juga tak beratap sebagai ruang utama yang langsung menghadap ke pantai. Lorong sebagai penghubung ...