Langsung ke konten utama

Postingan

LABIRIN KEBUN RAYA BANUA

Kebun Raya Banua merupakan tempat pelestarian flora di Banjarbaru semacam Kebun Raya Bogor. Banyak ditemukan tanaman langka di area seluas 200 hektar ini. Sayang, m asih jarang pengunjung Kebun Raya Banua kecuali saat ada event tertentu atau weekend .  Spot andalan Kebun Raya Banua adalah Taman Labirin.  Ada beberapa pintu masuk ke Kebun Raya Banua, sesuai dengan kondisi areanya yang luas banget. Tapi tidak semua pintu bisa digunakan sebagai jalur masuk pengunjung. Percobaan pertama salah pintu masuk, akhirnya putar balik. Pintu kedua oke kita bisa masuk tetapi masalah muncul di dalam, ada dua jalan bercabang tanpa penjaga yang membuat kita bingung harus lewat jalur mana, papan penunjuk jalan masuk pun hanya papan kecil bukan permanen dengan arah yang tidak jelas menujuk cabang yang mana. Kita masuk sesuai asumsi kita saja tentang penunjuk jalan tersebut. Mengelilingi Kebun tapi tetap tidak ditemukan tempat parkir. Berhentilah kita di area Taman Labirin dan memarkir k...

PANTAI TURKI

Dinamakan pantai Turki sebenarnya karena lokasinya yang masuk wilayah Tungkaran Kiri, so Pantai Turki ini bukan terinspirasi dari nama negara Turki melainkan hanya sebuah akronim nama daerah. Karena kami datang saat akhir tahun, pantai yang biasanya sepi pengunjung ini mendadak penuh, rombongan-rombongan wisata dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan *Ya iyalah, secara momennya akhir tahun dan tempat wisata di Kalimantan 'sebenarnya' tidak sebanyak tempat wisata di Jawa dan saya pun tetap bersyukur dengan kondisi ini, hehe. Ehm...air yang cenderung keruh dengan ombak yang landai setidaknya masih tidak masalah untuk sekedar menikmati hembusan sejuknya angin pantai sambil makan siang bersama rombongan dengan menu khas Banjar, daging masak habang dan kari yang Alhamdulillah lidah saya sudah mulai beradaptasi dengan eksotisme rasanya *cieee, meningkatkan hubungan kedekatan ya... Tersedia juga klotok untuk sekedar berputar-putar pantai melihat lebih dekat perahu-perahu peng...

DIMANA PANTAI KINTAP?

Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan ini memang sesuai dengan namanya, banyak terdapat laut. Sepertinya memang pantai di Kalimantan Selatan paling banyak selain di Kota Baru ya di Tanah Laut ini. Hanya saja medan perjalanan menuju pantainya yang sedikit butuh perjuangan karena tidak berada tepat di pinggir jalan, setidaknya harus masuk 4-5km ke dalam dari jalan raya. Beruntung jika jalanan sudah beraspal seperti jalan menunu pantai asmara, belum tentu dengan pantai yang lain.  Oya nama pantai di Tanah Laut ini rata-rata diambil dari nama daerah, kalau nama daerah tersebut panjang ya jadilah nama pantai itu singkatan daerahnya, seperti pantai asmara yang merupakan kependekan dari Asam-Asam Muara karena lokasinya di desa Asam-asam,  pantai Turki yang berarti Tungkaran Sebelah Kiri, lucu yah hehe...  Nah, kali ini saya mau mengagendakan ke pantai Kintap yang memang sengaja karena selain terdekat juga belum pernah kami kunjungi setelah hampir satu tahun tinggal di Ka...

HILANG DALAM LABIRIN

Perjalanan selama 1 jam akhirnya membuahkan hasil. Medan berupa jalanan lurusss beraspal tanpa belokan sama sekali, ditemani mobil-mobil travel yang berlomba adu kecepatan dengan truk-truk pengangkut hasil alam namun tak jarang juga jalanan sangat lengang, cukup membuat jantung berdegup lebih cepat bagi pengendara sepeda motor seperti saya. Taman yang cenderung seperti area perkebunan dengan luas berhektar-hektar di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan dan dikelola oleh pemerintah setempat ini telah di depan mata. Taman dibagi beberapa area khusus antara lain area peternakan (sapi), perikanan, perkebunan sawit, danau buatan, taman bunga dan anggrek (yang tidak berbunga), dan taman labirin. Satu yang menyita perhatian saya adalah Taman Labirin. Rela berpanas ria selama satu jam ya untuk menikmati sensasi "Hilang dalam Labirin". Masuk taman (2017) hanya dikenai biaya Rp 2.000 all in, mau kemana saja di area taman. Girang bukan main melihat rangkaian jalan tanpa ujung d...

(SEPERTI) MENYEWA MUSEUM

Hidup di Kalimantan Selatan membuat saya berhasrat untuk mulai mengeksplore propinsi ini. Sebagai awalan, saya memutuskan untuk berkunjung ke Museum. Lokasi museum yang terletak di pusat kota membuatnya mudah ditemukan. Petugas menyobek tiket masuk dan memberikannya kepada Mas Adit, biaya masuk museum Lambung Mangkurat hanya Rp 2000 per orang, harga yang sangat terjangkau pastinya dibandingkan harga masuk museum-museum di Jakarta, tempat tinggal saya sebelumnya. Kami berdua bertatapan, "Serius 2K saja?"  Seorang petugas menyapa kami dan mempersilahkan untuk masuk ke dalam museum serta menjelaskan wilayah mana saja yang bisa kita nikmati. Saya berbisik pada suami, "Orang Banjar itu ramah-ramah ya mas." Anak tangga mulai kami naiki dan segera berhambur menikmati tiap diorama yang ada. Saya bingung kenapa hanya ada saya dan suami saja yang ada di dalam ruang pajangan. Tidak ada pengunjung lain selain kami berdua di lantai dua museum Lambung Mangkurat ini. ...

PULAU KEMARO PALEMBANG

Awalnya saya ragu untuk menyeberang ke Pulau Kemaro. Meskipun masih masuk wilayah Kota Palembang, tetapi untuk dapat menginjakkan kaki di Pulau Kemaro harus menyeberang dengan perahu klotok. Selain itu hal yang membuat saya sedikit ragu adalah kisah mistis yang membersamai sejarah Pulau Kemaro. Berawal dari legenda seorang putri raja bernama Siti Fatimah yang disunting oleh seorang saudagar Tionghoa bernama Tan Bun An pada zaman kerajaan Palembang. Siti Fatimah diajak ke daratan Tiongkok untuk melihat orang tua Tan Bun An. Setelah di Tiongkok beberapa waktu, Tan Bun An dan Siti Fatimah pamit pulang ke Palembang dan dihadiahi 7 buah Guci. Sesampai di perariran dekat Pulau Kemaro, Tan Bun An membuka guci hadiah yang ternyata hanya berisi sawi-sawi. Tanpa banyak berpikir Tan Bun An membuang semua guci-guci tersebut ke laut dan guci terakhir terjatuh dan pecah di atas dek kapal. Ternyata ada hadiah yang tersimpan di dalamnya. Tanpa pikir panjang, Tan Bun An segera melompat ke perair...

TRAVELING BANGKOK ALA EMAK

Day I Selepas jam kantor kami segera meluncur ke Bandara Soekarno Hatta Terminal 3. Air Asia menjadi maskapai pilihan untuk melakukan perjalanan ala emak-emak backpacker *ceritanya kan cari yang low budget . 11 srikandi nekat mbolang ke negeri tetangga yang beken dengan istilah Negara gajah putih itu. Xixixi, ternyata kami kena delay 4 jam, Saudara! Plan awal, ekspektasinya bisa sampai Bangkok belum terlalu larut secara tidak ada perbedaan jam antara Jakarta dan Bangkok dengan lama penerbangan 3 jam.  Muka-muka 8 jam di Bandara   Kenyataan membuktikan kami mendarat di Bangkok jam 2 dini hari masih lanjut antri di bagian imigrasi dengan antrian yang mengular puanjangggg dan lama. Sebenarnya tidak ditanya apa-apa ya sama bagian imigrasinya cuma kurang tahu kenapa bisa lama gitu *bagian imigrasi perlu input data kali jeung nggak langsung stempel paspor aja... T_T Day II Pukul 04.00 waktu Bangkok kami tiba di Monkey Nap Hostel, penginapan dengan kondisi per k...