Langsung ke konten utama

Postingan

RUMAH DURIAN

Setiap pulang kerja, sering banget lewat depan rumah makan khusus produk durian. Halaman yang luas dengan pagar berhias durian di perempatan jalan sangat eye-catching . Ya, waktu itu hanya sekedar penasaran, mikir pasti harga produknya mahal, durian getoohh. Hingga akhirnya, kemarin kesampaian menjambangi rumah makan durian tersebut. Wow... Bangunan dalam terkesan biasa saja, tak ada yang istimewa. Ruangan dibagi menjadi dua part dan hanya dipisahkan oleh pintu kaca. Part 1, meja penuh durian langsung menggoda mata, lemari pendingin berisi pancake dan es krim durian lengkap dengan meja kursi untuk menikmati durian fresh berjajar rapi, mengajak pengunjung untuk segera duduk dan menikmati durian. Part 2, ruangan ber ac dan berjajar aneka menu makanan yang ternyata tak semuanya olahan durian, mpek-mpek, somay, mie ayam, sop iga begitu melengkapi sajian. Yang paling pokok di ruang part 2 adalah aneka pilihan olahan es serut termasuk es durian. So, buat yang hanya menemani pecinta durian...

CIMORY: MENANTI SENJA DI RESTO SUSU

Sudah weekend lagi rupanya... Alhamdulillah ya... sesuatuh *Syahrini mode on Secara, Jakarta itu sudah terlalu crowded, maka tak ada salahnya sedikit menepi dari hiruk pikuk ibu kota buat liburan kali ini. Menepi ke kota hujan biar bisa ngirup udara segar pegunungan, ahhh... *Ups rupanya terjadi sebuah gagal paham, citizens banyak yang muncak juga di akhir pekan, so macetlah sepanjang perjalanan muncak itu plus was-was sama jam buka tutup jalan. Tips: Tetap tenang dan jangan panik, kalau sampai ketutup bisa nunggu berjam-jam di jalanan kita, hahaha Dimanakah ini? Beneran, kalau jalan itu memang sebaiknya rame-rame. Dijamin selalu ada hiburan di tengah kegaringan perjalanan *ulah usil temen-temen sampai bikin perut keroncongan. Tips: Jika perut sudah keroncongan segera menepi dan hunting kuliner, bagian paling asyik deh! Abaikan soal buka tutup jalan! Dannnn... pilihan jatuh di kedai susu terkenal di Bogor, Cimory *ups, I mean restoran susu.  Cimory lengkap dengan p...

TAMAN SAFARI MALAM: CIRQUE DU FREAK

Bukan... ini bukan film vampirenya Darren Shan yang menyadari kekuatannya di dunia sirkus. Cirque du Freak kali ini tentang perform teman-teman sirkus asli Bogor yang tampil di panggung wisata malam Taman Safari. Saat melihat penampilan mereka, pikirku seketika melayang terbang menuju camp para pemain sirkus di film cirque du freak vampire's assistant, tali temali, api, balok keseimbangan, dan perlengkapan sirkus lainnya seolah memenuhi pikiranku. Disiplin dan kerja keras dalam latihan menjadi kunci utama keberhasilan mereka. Bukan sulap, bukan sihir, tapi sebuah karya cantik dari keseimbangan otak. Berdiri di atas balok yang terus bergerak maju mundur, menari dengan api, melipat-lipat badan, sungguh bukanlah pekerjaan gampang, satu dua kali gagal tak menjadi masalah. "Tahu... Tahu... Tahu Sumedangnya, teh?" Tawar beberapa penjaja jajanan di sepanjang jalan raya menuju puncak. Akhirnya, sampai puncak juga. Taman Safari... aku datanggg! Taman Safari seolah masih nyam...

KILAU PERMATA MARTAPURA

Silaunya matahari di Martapura rupanya tak mau kalah saing dengan kilau permata-permata yang telah berjajar rapi di etalase toko. Matahari siang ini terasa sangat menyilaukan mata terutama saat berdiri di alun-alun Ratu Zaleha yang berlokasi tepat di depan pusat pertokoan permata Martapura. Alun-alun Ratu Zalekha adalah alun-alun yang sangat kental suasana Melayunya dengan tiang-tiang berukir kaligrafi dan identik dengan warna kuning keemasan berdiri megah di tiap pinggir alun-alun. Martapura, salah satu kabupaten di Propinsi Kalimantan Selatan yang begitu terkenalnya dengan kilauan indah batu-batu permatanya. Dan salah satu destinasi utama pusat perdagangan batu-batuan permata tersebut adalah di pertokoan permata Martapura. Butuh waktu tempuh 1 jam dari ibukota di Banjarmasin untuk menuju Martapura. Namanya perempuan, jika sudah memulai sesuatu yang disebut 'belanja', maka dunia seolah milik sendiri, hahaha... bahkan terik siang itu pun sampai tak teras...

ACEH

                                   1. Pantai Ulee Lheue Angin kencang rupanya menyambut kedatangan kami di pantai Ulee Lheue, kursi-kursi warung makan di pinggir pantai berterbangan ke jalanan, begitu juga dengan tenda-tendanya yang mulai goyah. Para pedagang terburu-buru mengambil kursi-kursi mereka yang berserakan di jalan raya serta dengan sigapnya menopang tenda supaya tidak rusak.  Meskipun ombak cukup tenang, angin yang begitu kencang tetap mengehempas daratan. Langit biru seketika berubah warna menjadi abu-abu kehitaman. Pikiran saya mulai melayang terbang mengingat kembali tragedi tsunami 9 tahun lalu diselimuti sedikit rasa was-was, "Mungkinkah terjadi tsunami kembali?"  Secara kasat mata pantai Ulee Lheue memang tampak begitu tenang, tapi kenyataannya dari sinilah awal timbulnya bencana tsunami. Daerah di sekitar pantai Ulee Lheue mengalami kerusakan paling...

KELILING SOLO

Gerbang Buto @Jurug Solo, sebuah kota kecil di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sebuah kota yang kental akan budaya dan peninggalan sejarahnya. Eksotis, bersahabat, dan santun adalah ciri khas kota ini. Tak ayal Solo menjadi destinasi menarik dan selalu direkomendasikan. Yukkk, mari kita ngublek-ublek Solo...* * (Hasil hunting-hunting koleksi foto pribadi) 1. Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Keraton Bagian Depan Inside The Palace Taman Keraton Part 1 Taman Keraton Part 2 2. Masjid Agung Surakarta Gerbang Masjid Agung Background Masjid Agung

GUNUNG PAPANDAYAN: PENDAKIAN PERTAMA

Pohon yang telah hangus Semua barang yang tercantum dalam list barang bawaan telah aku persiapkan jauh-jauh hari, jarang-jarang kejadian seperti ini, menyiapkan barang untuk perjalan dengan begitu semangatnya, biasanya H-2 atau yang lebih parah Hari-H baru disiapkan. Ya, secara ini adalah bakal pengalaman pendakian pertamaku, biasanya hanya hiking ala kadarnya, itupun zaman masih sekolah dulu. Tak tahu sekarang, sudah semakin tua :D Perjalanan menuju Garut, kami tempuh dengan bus Jakarta-Garut selama 3-4 jam. Tak hanya cukup dengan bus, sampai di terminal masih harus lanjut dengan angkot. Oke, kisahpun dimulai... angkot yang kami tumpangi macetttt dengan kondisi hujan deras dan jalanan yang tidak rata alias naik turun kelak kelok padahal angkot penuh sesak dengan manusia ditambah muatan ransel-ransel raksasa para pendaki, ngeri banget kalau tiba-tiba mundur sendiri. Beberapa menit pun berlalu, syukur mesin angkot hidup lagi, tak perlu ganti angkot dih...  Gapura arah gunung ...