Langsung ke konten utama

Postingan

TRAVELING BANGKOK ALA EMAK

Day I Selepas jam kantor kami segera meluncur ke Bandara Soekarno Hatta Terminal 3. Air Asia menjadi maskapai pilihan untuk melakukan perjalanan ala emak-emak backpacker *ceritanya kan cari yang low budget . 11 srikandi nekat mbolang ke negeri tetangga yang beken dengan istilah Negara gajah putih itu. Xixixi, ternyata kami kena delay 4 jam, Saudara! Plan awal, ekspektasinya bisa sampai Bangkok belum terlalu larut secara tidak ada perbedaan jam antara Jakarta dan Bangkok dengan lama penerbangan 3 jam.  Muka-muka 8 jam di Bandara   Kenyataan membuktikan kami mendarat di Bangkok jam 2 dini hari masih lanjut antri di bagian imigrasi dengan antrian yang mengular puanjangggg dan lama. Sebenarnya tidak ditanya apa-apa ya sama bagian imigrasinya cuma kurang tahu kenapa bisa lama gitu *bagian imigrasi perlu input data kali jeung nggak langsung stempel paspor aja... T_T Day II Pukul 04.00 waktu Bangkok kami tiba di Monkey Nap Hostel, penginapan dengan kondisi per k...

ONE DAY TRIP TO SINGAPORE

Sekedar tips buat para pedolan nekat yang ngebet   nyebrang dari Batam ke Singapura edisi perdana tanpa rombongan tour *hemat biaya karena nyebrang naik kapal dari Batam hanya 270rb IDR pulang pergi. Berangkat dari Batam gunakan kapal paling pagi. Hanya butuh waktu satu jam untuk menuju Singapura dari Batam. Waktu Singapura lebih cepat satu jam dari Indonesia. Siapkan Paspor untuk pemeriksaan di Imigrasi Singapura (Paspor diusahakan masih berlaku hingga 6 bl)  Setibanya di Harbourfront Singapura segera ambil peta Singapura dan system map MRT di pusat Informasi (panduan perjalanan) *free Jangan lupa beli nomor Singapura untuk memudahkan akses selama di Singapura *komunikasi tetap terjaga meskipun di negeri orang, sebenarnya lebih cenderung buat jaga-jaga kalau kesasar ada yang bisa dihubungi Praktis melakukan perjalanan menggunakan MRT. Semacam KRL tetapi super cepat dan on time. Akses ke semua wilayah di Singapura lebih mudah, connecting dan langsung terhubung den...

(RINDU) MENIKMATI SENJA

Perjalanan berkelok-kelok menuju salah satu kabupaten terpencil di Gorontalo telah berhasil membuat asam lambungku naik. Aku terpaksa turun di tengah perjalanan untuk mengeluarkan semua makanan dalam perut *asli sayang banget, tidak ada perumahan di sekitar dan hanya ada pohon-pohon besar laksana hutan rimba *mau gimana lagi coba.Tak ada tenaga yang tersisa, pusing pasti, tapi perjalanan tetap harus dilanjutkan. Jalan Trans Sulawesi sebenarnya sudah baik, rata, dan tidak berlubang tapi kelokannya amazing bikin orang pengen muntah. Beberapa kilometer selanjutnya, akhirnya kami menemukan sebuah kedai kecil di Kabupaten Boalemo. Otomatis kami mampir sejenak untuk ngeteh supaya badan kembali fit *secara perjalanan masih panjang bo'. Pas banget di kedai kecil tersebut menjual camilan khas Gorontalo, ilabulo, dan jagung rebus yang sangat pulen, jagung pulut. Lupakan soal rasa mual yang saya alami, saatnya kita bahas dua makanan khas dan nikmat ini. Ilabulo, namanya aneh ya? Il...

KESASAR DI BALI

Banyak banget bule naik motor yang keluar masuk parkiran gedung. Lucu gitu kalau lihat bule-bule ini ngendarai motor, apalagi naiknya motor matic, badannya gede, motornya kecil banget, hehe =). Segalanya memang tersedia di Bali, bahkan sampai soal alat transportasi umum. Pengusaha rental kendaraan tak hanya menyewakan mobil tapi juga menyewakan motor. Oke, sekarang topiknya bukan tentang 'bule riding motorcycle ', tapi tentang jalan-jalan di Bali =) Aku begitu mengagumi gedung yang berdiri tepat di depan mataku. Artistik sekali gedung ini! Biasanya dinding bangunan itu bertembok batu bata dan semen, sedangkan yang berada di depanku berdinding jendela. Ya, seluruh temboknya berupa rangkaian aneka model jendela kayu berwarna-warni. Sebuah lorong kecil sedikit gelap menghubungkan dua ruang terbuka, bagian luar sebagai tempat parkir dan pintu masuk gedung serta bagian dalam yang juga tak beratap sebagai ruang utama yang langsung menghadap ke pantai. Lorong sebagai penghubung ...

LAMPUNG VIA BAKAUHEUNI

Dari dalam Kapal (@Bakauheuni) Sering mendengar kata Bakauheuni? He'em, Bakauheuni itu pelabuhan penyeberangan yang berada di Propinsi Lampung. Orang-orang sering menyeberang lewat Merak dari Jakarta menuju Lampung via Bakauheuni. Dan saya termasuk orang yang beruntung merasakan sensasi menyeberang dengan kapal ferry dari Jakarta ke Lampung PP, gratis =) Kirain ke Lampung cuma ada pesawat saja, secara harus melintasi pulau, menyeberangi lautan. Yeyyy, rupanya ada bus Damri yang beroperasi dari Gambir tujuan Lampung. Sekali bayar di Damri dan kita tinggal duduk nyaman sampai tujuan Tanjung Karang Lampung. Dua cewek (hebat) =) Aku memulai perjalanan saat senja bersama sepupu perempuanku. Kami berencana mengunjungi saudara yang baru saja melahirkan di Lampung. Dua cewek, menempuh perjalanan panjang untuk yang pertama kalinya ke Lampung. Perjalanan dari Gambir sampai pelabuhan Merak ditempuh selama 2 jam, menyeberang di lautan di atas kapal 2 jam, dan dari Bakauheuni sampai ...

CISARUA: LOKAL VS INTERLOKAL

Tiap kali dengar kata ‘puncak’ Jawa Barat selain langsung bayangin macet yang mengular, aku juga langsung bayangin kawin kontrak. Sebenanrnya aku belum pernah tahu ‘asli’ fenomena kawin kontrak ini, hanya karena terlalu sering diberitakan dalam televisi bahkan sampai difilmkan di layar lebar. Itulah kenapa, pas ada kegiatan di puncak, aku begitu semangat 45. Ups, bukan semangat karena kawin kontrak ya. Semangat, penasaran seperti apa indahnya puncak Jawa Barat sampai begitu diminatinya oleh wisatawan lokal dan mancanegara =) *Bo'ong ya? Perjalanan ke puncak bersama teman-teman Jakarta ditempuh dengan kereta KRL tujuan Bogor. Meeting point di Stasiun Bogor dengan teman-teman yang berdomisili Bogor untuk melanjutkan perjalanan carter angkot menuju Puncak. Perjalanan seperti ini lumayan murah meriah dan lebih cepat karena tidak ketemu sama macet jalanan. Villa dan Penghuni"nya =)   Kami menginap semalam di salah satu villa yang disewakan di Cisarua Bogor. Harga villa...

TAMAN BALEKAMBANG

Jalan-jalan ke Taman Kota lagi yuk... Masa pemerintahan walikota terdahulu Bapak Jokowi, Solo seolah disulap menjadi Kota Taman. Setiap sudut kota dibangun taman, dari yang kecil sampai taman raksasa, termasuk Taman Balekambang. Taman Balekambang yang awalnya tidak terlalu familiar di telinga warga, kini setelah direnovasi sedemikian rupa indahnya dan dibuka untuk umum menjadi salah satu pusat aktifitas seni dan budaya di Solo. Partinah Bosch Solo sangat identik dengan seni dan budaya sehingga sering diadakan festival-festival seni, seni tari, wayang, ketoprak, hingga solo batik festival. Pagelaran seni sering diadakan di taman-taman kota termasuk Taman Balekambang. Kegiatan seni budaya lebih sering diadakan di Solo dibandingkan di kota lain ada hubungannya dengan keberadaan Keraton Solo dan kegiatan di dalam kerajaan yang masih aktif hingga modern ini. Taman Balekambang dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII untuk kedua putrinya GRAy Partini dan GRAy Partinah. Bahkan se...