Langsung ke konten utama

TAMAN BALEKAMBANG

Jalan-jalan ke Taman Kota lagi yuk...

Masa pemerintahan walikota terdahulu Bapak Jokowi, Solo seolah disulap menjadi Kota Taman. Setiap sudut kota dibangun taman, dari yang kecil sampai taman raksasa, termasuk Taman Balekambang. Taman Balekambang yang awalnya tidak terlalu familiar di telinga warga, kini setelah direnovasi sedemikian rupa indahnya dan dibuka untuk umum menjadi salah satu pusat aktifitas seni dan budaya di Solo.

Partinah Bosch
Solo sangat identik dengan seni dan budaya sehingga sering diadakan festival-festival seni, seni tari, wayang, ketoprak, hingga solo batik festival. Pagelaran seni sering diadakan di taman-taman kota termasuk Taman Balekambang. Kegiatan seni budaya lebih sering diadakan di Solo dibandingkan di kota lain ada hubungannya dengan keberadaan Keraton Solo dan kegiatan di dalam kerajaan yang masih aktif hingga modern ini.
Taman Balekambang dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII untuk kedua putrinya GRAy Partini dan GRAy Partinah. Bahkan sebagai bukti sayang, diletakkan patung kedua putrinya di area taman seluas 9,8 Ha ini. Kedua patung sekaligus menjadi ikon dua area berbeda dalam Taman (pemisah, hutan dan kolam). Partinah Bosch, merupakan area hutan kota seperti gambar di atas, Partini Tuin merupakan area kolam air.

Partini Tuin
Taman Balekambang kini telah multifungsi selain menjadi taman seni dan budaya, juga menjadi taman edukasi, taman botani, dan taman rekreasi keluarga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STASIUN AWARD?

Ngomong-ngomong soal stasiun di Indonesia. Wara wiri naik alat transportasi kereta api membuat saya sedikit lebih jatuh hati pada kereta api dan uborampa inya. Tak salah jika terdapat beberapa stasiun yang cukup berkesan (bagi saya). Stasiun Award versi Nur kali yak...?#$%@!&? www.google.com Stasiun Gubeng di Surabaya, adalah stasiun yang sangat modern dan bersih, persis seperti bandara. Kesan tua dan jadulnya stasiun terpatahkan di sini. Stasiun Balapan Solo. Ini nih, stasiun yang penuh dengan kenangan, stasiun yang selalu bikin dag dig dug dueerrr. Bahagia saat kereta dari Jakarta tiba di Solo. Menginjakkan kembali kaki di kampung halaman itu sungguh kebahagiaan luar biasa. Stasiun Balapan Solo semakin ngangeni dengan kehadiran musisi-musisi keroncong lokal yang setia melantunkan lagu-lagu kenangan mengantarkan para perantau tak terkecuali lagunya Didi Kempot-Stasiun Balapan Solo. Stasiun Tugu Yogyakarta, lumayan modern dan bersih juga. Keluar dari stasiun hanya tingga...

KULINER KHAS KAMPUNG KELING MEDAN

Laughter is brightest, where food is best -Irish Proverb- Jika berkunjung ke Medan Sumatera Utara, jangan lupa mampir ke kawasan Kuliner Pagaruy. Ada apa di sana? Kawasan Kuliner Pagaruy masih dalam wilayah kampung Keling, Perkampungan orang-orang India, sehingga kita bisa menemukan aneka makanan khas ber- curry . Warung-warung yang menjajakan aneka kuliner khas Timur berjajar panjang seolah menjadi pasar persaingan sempurna. Kami memesan Nasi Kebuli, Roti Jala, dan Roti Kerucut. Nasi Kebuli Nasi yang diolah dengan rempah-rempah, aroma wangi rempahnya begitu kuat. Aku tak begitu kuasa menelannya apalagi ditambah lauk kare daging yang berkuah kental dan berempah. Roti Jala Roti yang dimasak dengan cetakan jaring-jaring ini lebih bersahabat di lidahku. Diolah dengan tepung tawar dan berlauk kuah kare daging kambing, aku cukup menikmatinya.

TAMAN SAFARI MALAM: CIRQUE DU FREAK

Bukan... ini bukan film vampirenya Darren Shan yang menyadari kekuatannya di dunia sirkus. Cirque du Freak kali ini tentang perform teman-teman sirkus asli Bogor yang tampil di panggung wisata malam Taman Safari. Saat melihat penampilan mereka, pikirku seketika melayang terbang menuju camp para pemain sirkus di film cirque du freak vampire's assistant, tali temali, api, balok keseimbangan, dan perlengkapan sirkus lainnya seolah memenuhi pikiranku. Disiplin dan kerja keras dalam latihan menjadi kunci utama keberhasilan mereka. Bukan sulap, bukan sihir, tapi sebuah karya cantik dari keseimbangan otak. Berdiri di atas balok yang terus bergerak maju mundur, menari dengan api, melipat-lipat badan, sungguh bukanlah pekerjaan gampang, satu dua kali gagal tak menjadi masalah. "Tahu... Tahu... Tahu Sumedangnya, teh?" Tawar beberapa penjaja jajanan di sepanjang jalan raya menuju puncak. Akhirnya, sampai puncak juga. Taman Safari... aku datanggg! Taman Safari seolah masih nyam...