Langsung ke konten utama

TAMAN PROKLAMATOR

But without the dark, we’d never see the stars

Lafal Proklamasi, rangkaian kata sederhana yang begitu besar pengaruhnya untuk Indonesia. 17 Agustus 1945, Bangsa Indonesia merasakan manisnya sebuah kemerdekaan setelah perjuangan berabad-abad lamanya. Proklamasi menjadi saksi indahnya sebuah kemenangan dan kebebasan. Dewasa ini, kita telah menikmati manisnya kemerdekaan, tanpa susah payah perang atau berdiplomasi memperjuangkan kemerdekaan.

Taman Proklamator
Perjuangan para pejuang terdahulu terawat rapi dalam museum sejarah. Pengukuhan kemerdekaan dengan lafal proklamasi oleh pemimpin negeri yang gagah pun bisa kita lihat di Taman Proklamator meskipun hanya berupa patung diorama dan seolah beralih fungsi menjadi lapangan bermain anak-anak. Masalahnya tak cukup sampai di sini, meskipun manisnya kemerdekaan telah diraih, bukti sejarah terawat rapi, kita harus tetap mempertahankan kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan nasional. Tak lagi dengan mengangkat senjata, tetapi dengan melakukan yang terbaik di bidang kita masing-masing. Pegawai pemerintah, bekerja dengan jujur untuk kemaslahatan penduduk dan negara, ilmuwan, polisi, dokter, jaksa pun demikian. Cintai apa yang kamu lakukan dan lakukan apa yang kamu cintai!

Hi, There! =)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STASIUN AWARD?

Ngomong-ngomong soal stasiun di Indonesia. Wara wiri naik alat transportasi kereta api membuat saya sedikit lebih jatuh hati pada kereta api dan uborampa inya. Tak salah jika terdapat beberapa stasiun yang cukup berkesan (bagi saya). Stasiun Award versi Nur kali yak...?#$%@!&? www.google.com Stasiun Gubeng di Surabaya, adalah stasiun yang sangat modern dan bersih, persis seperti bandara. Kesan tua dan jadulnya stasiun terpatahkan di sini. Stasiun Balapan Solo. Ini nih, stasiun yang penuh dengan kenangan, stasiun yang selalu bikin dag dig dug dueerrr. Bahagia saat kereta dari Jakarta tiba di Solo. Menginjakkan kembali kaki di kampung halaman itu sungguh kebahagiaan luar biasa. Stasiun Balapan Solo semakin ngangeni dengan kehadiran musisi-musisi keroncong lokal yang setia melantunkan lagu-lagu kenangan mengantarkan para perantau tak terkecuali lagunya Didi Kempot-Stasiun Balapan Solo. Stasiun Tugu Yogyakarta, lumayan modern dan bersih juga. Keluar dari stasiun hanya tingga...

KULINER NGANJUK

Nasi Pecel dan Iwak Peyek Beberapa hari di Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Hari I  : Tidak sarapan di Nganjuk Hari II : Sarapan Apa kita? Nasi Pecel Hari III: Sarapan apa kita? Nasi Pecel Hari IV: Sarapan apa kita? Nasi Pecel Subhanallah, menu di Kertosono Nganjuk ini, nasi pecel teruusss. Rekomendasi banyak orang dan memang adanya  ya nasi pecel iwak peyek *kriukkk, krik...krik.... (*Sukses tu Trio Macan nyanyiin Iwak Peyek bentuk promosi kuliner khas Jawa Timur). Nasi Becek Khas Nganjuk Bersyukur ada kesempatan ke pusatnya Nganjuk dan bisa menikmati kuliner khas lainnya selain nasi pecel iwak peyek tentunya, namanya sedikit aneh, Nasi becek. (Becek... nggak ada ojek... *ngucapinnya pake logat Cinta Laura). Nasi becek - nasi, daging kambing dengan kuah santan persis seperti gulai, bedanya hanya ditambah dengan kecap, tauge dan irisan kol. Becek - becek gitu deh...

KULINER KHAS KAMPUNG KELING MEDAN

Laughter is brightest, where food is best -Irish Proverb- Jika berkunjung ke Medan Sumatera Utara, jangan lupa mampir ke kawasan Kuliner Pagaruy. Ada apa di sana? Kawasan Kuliner Pagaruy masih dalam wilayah kampung Keling, Perkampungan orang-orang India, sehingga kita bisa menemukan aneka makanan khas ber- curry . Warung-warung yang menjajakan aneka kuliner khas Timur berjajar panjang seolah menjadi pasar persaingan sempurna. Kami memesan Nasi Kebuli, Roti Jala, dan Roti Kerucut. Nasi Kebuli Nasi yang diolah dengan rempah-rempah, aroma wangi rempahnya begitu kuat. Aku tak begitu kuasa menelannya apalagi ditambah lauk kare daging yang berkuah kental dan berempah. Roti Jala Roti yang dimasak dengan cetakan jaring-jaring ini lebih bersahabat di lidahku. Diolah dengan tepung tawar dan berlauk kuah kare daging kambing, aku cukup menikmatinya.